Begini Samudra Arktik bisa membeku

Begini Samudra Arktik bisa membeku

Sangat sulit membayangkan hamparan air yang begitu besar bisa membeku, bagaimana mungkin?

Es laut Arktik adalah es yang terbentuk di Samudra Arktik selama bulan-bulan musim dingin. Hamparan air yang terdapat disana adalah murni dimana tidak mengandung molekul lain, zat atau kotoran, dan membeku pada suhu 0 derajat Celcius (32 derajat Fahrenheit). Seperti air laut dunia di sisi lain yang mengandung sekitar 3,5 persen mineral dan garam terlarut.

Bahan tambahan ini menurunkan titik beku air laut menjadi sekitar -2 derajat Celcius (28,4 derajat Fahrenheit) karena titik beku tergantung pada jumlah molekul yang ada dalam larutan, serta jenis molekulnya. Selama bulan-bulan musim dingin, ketika suhu udara di Arktik mulai turun secara dramatis, lapisan air laut yang dalam mulai mengembangkan kristal es yang sangat kecil, kristal es yang sangat kecil ini disebut es Frazil.

Penurunan suhu lebih lanjut menyebabkan es Frazil menebal. Kantong-kantong lumpur asin menumpuk hingga menjadi begitu berat sehingga mereka mulai tenggelam. Ini meninggalkan lapisan atas kristal es dengan kandungan garam yang jauh lebih sedikit. Karena itu titik beku air permukaan ini menjadi lebih tinggi dan suhu yang turun memungkinkan kristal untuk memadat menjadi es.

Kumpulan es ini tumbuh menjadi satu lembar Moating besar (terdiri dari banyak Moes kecil), dengan ketebalan dan cakupan yang bervariasi sepanjang tahun, tetapi mencapai puncaknya pada bulan Maret. Sementara itu, selama bulan-bulan musim panas yang lebih hangat, es mulai mencair dan pecah, mencapai tingkat terendah sekitar September.

Dan bagaimana es di kutub ini bisa mempengaruhi iklim dunia?

Gambar 1 : Refleksi Tinggi

Lapisan es laut putih ini bak seperti cermin, memantulkan sinar Matahari kembali ke luar angkasa, mencegah laut dari pemanasan berlebihan.

Gambar 2 : Laut Terbuka

Saat es mencair, akan ada lebih banyak air laut yang menyerap sinar matahari, yang selanjutnya mencairkan es.

Gambar 3 : Refleksi Rendah

Semakin banyak sinar matahari diserap oleh air laut, semakin banyak es mencair, sampai pada akhirnya, secara signifikan lebih sedikit cahaya yang dipantulkan kembali ke ruang angkasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *