Mengapa kita Bersin?

Bagaimana refleks otomatis ini mengeluarkan zat asing yang tidak diinginkan dari tubuh?

Ketika kita bernafas, udara yang dihirup dapat mengandung debu, bahan kimia dan zat asing lainnya yang dapat berbahaya bagi tubuh, terutama organ-organ dalam sistem pernapasan seperti paru-paru. Sementara bulu-bulu kecil di dalam lubang hidung (silia) mensaring banyak partikel ini, tetapi tetap beberapa tidak akan dapat tersaring.

Untuk membantu Anda, tubuh Anda bereaksi untuk mencoba dan secara paksa mengeluarkan partikel akhir melalui refleks bersin. Ada sejumlah alasan lain mengapa kita bersin, termasuk untuk membersihkan saluran hidung ketika Anda masuk angin, untuk mengeluarkan alergen jika Anda alergi terhadap sesuatu, dan bahkan sinar matahari yang cerah dapat menyebabkan beberapa orang bersin.

Ketika rangsangan terdeteksi oleh ujung saraf di hidung, impuls dikirim ke otak, yang memulai rantai peristiwa fisiologis yang memungkinkan tubuh untuk membersihkan diri dari barang yang tidak diinginkan.

1. Zat asing
Sebelum zat asing dihirup ketika bernafas, otot-otot diafragma bersifat rileks. Ketika zat asing memasuki tubuh, ujung saraf di lapisan hidung mengirim sinyal ke otak.

2. Kontraksi otot
Otak memberi tahu otot pernapasan – termasuk tenggorokan, dada, dan diafragma – untuk berkontraksi.

3. Asupan nafas
Kontraksi diafragma menyebabkan asupan napas yang tajam.

4. Tekanan udara naik
Otak memberi sinyal ke tenggorokan untuk menutup. Ini bersamaan dengan kontraksi otot perut, meningkatkan tekanan udara di dalam paru-paru.

5. Bersin
Tenggorokan dibuka kembali secara tiba-tiba, secara eksplosif memaksa udara keluar dari tubuh, membuat rongga dada berkontraksi dengan tajam. Diafragma kemudian kembali rileks lagi.

6. Lendir
Bersama-sama dengan zat asing, liur dan lendir dari dalam mulut dari rongga hidung dikeluarkan dari tubuh hingga dengan kecepatan 160 km / jam (100 mph).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *